Adriani Sukmoro

Tahun Berganti

Saya sudah tertidur sekitar pukul 22.00 WIB di hari terakhir 2025. Suara riuh rendah kembang api yang terdengar jelas di menit-menit pergantian tahun 2025 ke 2026 membangunkan tidur. Doa pun dipanjatkan di pergantian tahun, doa untuk hal-hal baik yang diharapkan terwujud di tahun yang baru.

Resolusi 2025

Banyak orang membuat resolusi menjelang pergantian tahun. Di akhir tahun lalu, menjelang pergantian ke tahun 2025, saya tak luput dari ajakan diri untuk membuat resolusi.

Selama meniti karier, saya bekerja di beberapa perusahaan asing, kesemuanya bergerak di industri finansial (bank dan non-bank). Dari beberapa perusahaan tersebut, Citibank tampil sebagai the most outstanding organization bagi saya pribadi. Bukan hanya karena merupakan perusahaan pertama tempat saya bekerja, Citibank telah mengembangkan saya menjadi seorang profesional yang dihargai pasar. Saya mencapai puncak karier sebagai Direktur Sumber Daya Manusia berkat pengalaman dan kredibilitas yang diberikan Citibank.

Saya selalu mengusahakan hadir saat menerima undangan reuni Citibanker, reuni para mantan karyawan Citibank. Mereka bangga menyebut diri sebagai Citibanker, identitas yang seolah menunjukkan kualitas diri dan pengalaman kerja berharga.

Saya menghadiri reuni Citibanker di suatu hotel di Jakarta tahun 2024. Di sela keriuhan reuni, muncul gagasan penulisan buku tentang pengalaman Citibanker bekerja di institusi sekaliber Citibank. Barangkali terinspirasi oleh kehadiran begitu banyak alumni Citibank dari beragam bidang kerja, yang masing-masing menyimpan pengalaman berharga. Atau mungkin juga karena saya suka menulis, menuangkan hal-hal bermanfaat ke dalam tulisan, untuk kemudian dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkannya.

Saya mengutarakan ide itu pada seorang kolega yang sedang berbincang-bincang dengan saya. Beliau menyambut hangat, menyatakan kesediaannya sebagai kontributor, akan turut menulis dalam buku tentang pengalaman bekerja di Citibank.

Saya pun menetapkan resolusi tahun 2025: menulis buku tentang Citibank. Bola bergulir. Penulisan dimulai pada Januari 2025. Secara perlahan tapi pasti, terkumpul kisah- kisah berisi pembelajaran dari para Citibanker. Sungguh luar biasa, usaha kolektif yang membuat saya merasa waktu adalah emas, pengalaman adalah guru paling berharga.

Kumpulan kisah pengalaman Citibanker membawa ke penamaan naskah berjudul “Bankir – Growing with Purpose”. Di akhir Desember 2025 lalu, naskah telah dikirim ke pihak penerbit. Semoga bisa diterbitkan di tahun 2026.

Tahun Kuda

Dalam penanggalan Tionghoa, tahun 2026 ini tahun kuda. Tahun yang melambangkan energi, kebebasan, dan semangat bergerak. Mereka yang lahir di tahun kuda dikatakan memiliki pribadi yang aktif, mandiri, mengambil inisiatif, dan menentukan arah hidupnya sendiri.

Harapan baik untuk tahun kuda tertulis di beberapa sarana komunikasi: munculnya dorongan untuk keluar dari zona nyaman, mengejar peluang baru, dan mempercayai intuisi diri. Namun, seperti kuda yang berlari kencang, tahun kuda 2026 juga mengingatkan pentingnya keseimbangan. Kecepatan tanpa kendali bisa berujung kelelahan atau kesalahan langkah. Karena itu, tahun ini bukan hanya tentang berani melaju, tetapi juga tentang kebijaksanaan dalam mengatur ritme.

Kuda sejak lama menjadi simbol kerja keras, pernah menjadi penentu peradaban kehidupan manusia. Kuda bekerja tanpa mengeluh, tidak menuntut sorotan, dan tidak berhenti hanya karena jalan terasa panjang. Kuda membawa manusia melintasi benua, memenangkan peperangan, membuka perdagangan, dan menyatukan jarak.

Ketangguhan kuda di atas menjadi simbol yang relevan untuk tahun kuda 2026. Para ekonom menggambarkan tahun baru ini di bayang-bayangi kondisi ekonomi negeri yang berat, diperkirakan akan menjadi masa yang menuntut ketahanan. Biaya hidup meningkat, lapangan kerja makin kompetitif, generasi muda semakin sulit mendapatkan pekerjaan, ketidakpastian global memaksa banyak orang bekerja lebih keras hanya untuk bertahan.

Dalam situasi seperti itu, semangat kuda tercermin pada jutaan individu yang tetap bangun pagi, beradaptasi dengan perubahan, dan mencari cara agar roda kehidupan terus berputar. Kerja keras bukan lagi pilihan heroik, melainkan kebutuhan sehari-hari.

Dalam ekonomi yang berat, banyak orang merasa sendirian. Tetapi kuda jarang bekerja sendirian. Kuda berjalan dalam sistem, dalam kawanan, atau dalam relasi saling percaya dengan penunggangnya. Ini mencerminkan kebutuhan akan solidaritas sosial di masa sulit: kolaborasi, jejaring, dan saling menopang. Bertahan di tahun yang keras bukan semata soal kekuatan individu, melainkan tentang kemampuan berjalan bersama.

Pada akhirnya, kuda mengajarkan bentuk kerja keras yang bermartabat. Ia tidak berhenti hanya karena medan berat, tetapi juga tidak memaksakan diri melampaui batas. Di tengah tantangan ekonomi 2026, semangat kuda menjadi cermin: terus bergerak, tetap tegak, dan setia pada arah. Di jalan terberat sekali pun, langkah yang konsisten lebih berarti daripada lari yang terburu-buru.