Adriani Sukmoro

Lima Oktaf

Tommy Mottola sosok yang disegani dan dihormati di industri musik Amerika. Selama 15 tahun ia menjadi pemimpin nomor satu, Chairman & Chief Executive Officer (CEO) Sony Music Entertainment (1988-2003).

Selama kepemimpinannya, Sony Music berkembang pesat, berhasil memasuki pasar di lebih 60 negara. Tommy Mottola berhasil menggerakkan timnya mencetak pendapatan tahunan tertinggi sebesar $6 miliar di tahun 2000. Ketika saya menemukan otobiografinya yang berjudul Hitmaker: The Man and His Music, saya segera membeli dan membacanya.

Cinderella

Pertemuan Tommy Motolla dengan Mariah Carey sering digambarkan sebagai kisah Cinderella di industri musik. Mariah Carey, yang saat itu masih menjadi backing vocal dan belum dikenal, menghadiri pesta industri musik bersama temannya, Brenda K. Starr, seorang penyanyi dan penulis lagu. Brenda memberikan kaset demo Mariah Carey kepada Tommy Mottola, boss besar Sony Music.

Dalam perjalanan pulang dari pesta, Tommy Mottola mendengarkan kaset demo itu di mobil. Ia terkesan dengan jangkauan vokal Mariah Carey, suaranya lima oktaf dengan nada siulan yang unik, ditambah teknik vokalnya yang luar biasa. Dalam hitungan detik ia tahu Mariah Carey memiliki talenta menyanyi yang istimewa. Ia segera memerintahkan supir berbalik arah, kembali ke lokasi pesta, tapi Mariah Cary sudah pulang.

Sekitar dua minggu lamanya Tommy Motolla melacak keberadaan Mariah Carey demi bisa mengontraknya. Akhirnya Mariah Carey mendapat kontrak rekaman, dan Tommy Motolla meluncurkan kampanye besar-besaran untuk memperkenalkan Mariah Carey sebagai bintang besar. Album debut Mariah diberi judul Mariah Carey, dirilis tahun 1990. Album itu  meraih sukses dengan penjualan terbaik sepanjang masa. Mariah Carey menjadi bintang baru yang mempunyai potensi besar.

Merry Christmas

Mariah Carey berhasil merilis beberapa album lainnya setelah peluncuran album Mariah Carey, kesemuanya sukses di pasar. Hal penting lain yang terjadi, ia menikah dengan Tommy Mottola pada Juni 1993. Pernikahan dengan boss besar Sony Music serta keberhasilan penjualan albumnya, membuat Mariah Carey menjadi sorotan industri musik berskala internasional.

Usai peluncuran album Music Box tahun 1993, Tommy Mottola mengeluarkan ide pembuatan tema Natal untuk album Mariah Carey berikutnya.

Mariah Carey kurang berkenan dengan ide tersebut. Ia merasa hal itu terlalu awal dalam kariernya; album Natal biasanya dibuat para artis senior, bukan oleh seseorang yang sedang berada di puncak kariernya.

Namun, berkat bujukan produser dan para penulis lagu yang terlibat dalam pembuatan album-albumnya, Mariah Carey akhirnya setuju membuat album Natal yang diberi nama Merry Christmas. Tapi mereka tak membuat hanya sekadar album Natal populer yang umum diproduksi. Mereka menulis lagu-lagu Natal orisinal, menciptakan sesuatu yang segar bertema Natal. Ada beberapa lagu Natal tradisional yang disertakan, tapi diaransemen sedemikian rupa sehingga menjadi lagu Natal ala Mariah Carey.

Album Natal Merry Christmas diluncurkan akhir Oktober 1994. Album itu meledak di pasaran, terjual 3 juta copy di Amerika Serikat tahun itu. Tentu angka penjualan lebih besar lagi jika penjualan di luar Amerika dimasukkan dalam hitungan.

Rezeki Natal

Saya menyaksikan wawancara Drew Barrymore dan Mariah Carey dalam The Drew Barrymore Show, acara talk show yang bisa ditonton melalui YouTube. Wawancara itu ditayangkan 23 Desember 2024, guna merayakan 30 tahun keberhasilan album Merry Christmas.

Drew Barrymore pantas mengangkat keberhasilan album Merry Christmas di atas. Album itu menjadi album Mariah Carey yang sukses sepanjang masa. Hingga kini lagu-lagu Natalnya kerap diputar di seluruh pelosok Amerika pada bulan Desember, bulan perayaan musim Natal; khususnya lagu “All I Want for Christmas Is You”.

Keberhasilan sepanjang masa itu menjadi passive income bagi penyanyinya dan perusahaan rekamannya. Royalti mengalir berkat pemutaran lagu dalam album di restoran, pusat perbelanjaan, tempat publik lainnya, aplikasi pemutar musik Spotify, soundtrack film, lagu latar acara televisi, dan lain-lain. Walau banyak penyanyi meluncurkan album Natal, kesuksesan album Merry Christmas milik Mariah Carey sulit tertandingi. Royalti tak hanya didapatkannya dari menyanyi, ia juga mendapat royalti sebagai penulis lagu.

Menurut Forbes, perusahaan media global yang berfokus pada bisnis, investasi, teknologi, kewirausahaan, dan gaya hidup, pendapatan utama Mariah Carey bersumber dari royalti lagu-lagu Natal. Bisa dibayangkan, Mariah Carey pasti selalu menanti tibanya bulan Desember.

Di Balik Pundi-Pundi

Kisah pembuatan album Merry Christmas menjadi bagian dalam buku otobiografi Tommy Mottola. Secara tidak langsung digambarkan, jika bukan karena ide cemerlang Tommy Motolla, album Natal itu tak akan lahir ke pasar musik.

Hubungan Tommy Mottola dan Mariah Carey merenggang, pernikahan mereka berakhir tahun 1998. Mariah Carey mengakui peran signifikan Tommy Mottola dalam awal kariernya, karena dialah yang menemukan dan menandatangani kontrak pertama Carey dengan Columbia Records. Namun, ia lebih banyak menggambarkan pengaruh Tommy Mottola dalam konteks sifatnya yang mengontrol, menekan kebebasan kreatif, serta melakukan kekerasan secara emosional, daripada sebagai kontribusi positif atas kesuksesan artistiknya.

Dalam berbagai wawancara, Marey Carey mengakui, keraguannya membuat album Merry Christmas ternyata sangat keliru. Terbukti kini, keputusan membuat album Natal itu sangat tepat untuk kariernya, bahkan sangat tepat untuk mempertahankan kesejahteraan finansial kehidupannya.

Peran Tommy Motolla dalam menemukan Mariah Carey dan membuka jalan ke industri musik Amerika tak dapat dipungkiri. Ia juga sosok di balik pundi-pundi kemakmuran sang Ratu Natal, the Queen of Christmas.

Tulisan ini dibuat di tengah bulan Desember. Mariah Carey tentu sedang menikmati hasil jerih payahnya; suaranya yang bersenandung lagu Natal diputar di banyak tempat bulan Desember ini. Selamat menyambut Hari Natal bagi umat yang merayakannya.