Adriani Sukmoro

Boston

Amerika Serikat menduduki posisi ke-4 sebagai negara dengan luas tanah atau daratan terbesar di dunia. Terdapat 50 negara bagian Amerika di tanah seluas hampir 9.5 juta kilometer persegi itu. Sistem federalisme memberi otoritas kepada masing-masing negara bagian, membuat pembangunan negara bagian itu relatif merata. Terlihat pertumbuhan ekonomi yang kuat, pemerintah negara bagian melakukan investasi dalam infrastruktur dan pendidikan di wilayah mereka. Ke negara bagian mana pun pergi di Amerika, selalu ada pusat turisme yang bisa dikunjungi.

Harvard & MIT

Saking luasnya Negeri Paman Sam dan banyaknya pusat turisme yang layak dikunjungi, paket tur yang ditawarkan biro perjalanan umumnya di bagi atas Amerika bagian Barat (western US) dan Amerika bagian Timur (eastern US).

Di satu kesempatan, keluarga saya memutuskan mengikuti paket tur eastern US. Beberapa kota masuk dalam itinerary paket tur, termasuk kota Boston yang berada di negara bagian Massachussets.

Mengapa Boston dianggap menarik untuk dikunjungi turis? Salah satu jawabannya terletak pada pamor 2 universitas yang berdiri di Cambridge, area pinggiran kota Boston (suburb): Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Banyak pelajar dari keluarga mampu, atau pelajar yang mendapatkan biaya pendidikan melalui beasiswa, mengincar kuliah di universitas tersebut.

Harvard University masuk dalam klub Ivy League, kelompok 8 universitas yang dikenal berkat reputasi dan program akademiknya. Saking selektifnya penerimaan mahasiswa di universitas klub Ivy League, terciptalah elite networking circle bagi alumninya. Ada prestise tersendiri bagi sarjana lulusan Harvard University.

Harvard University bisa membanggakan diri, 8 Presiden Amerika Serikat lulusan universitas itu: John Adams, John Quincy Adams, Rutherford B. Hayes, Theodore Roosevelt, Franklin D. Roosevelt, John F. Kennedy, George W. Bush, dan Barack Obama.

Saat menginjak kampus Harvard University, kesohoran nama universitas itu membuat keluarga saya dan peserta tur lainnya mengabadikan berbagai sudut kampus. Kesempatan berfoto di patung John Harvard yang terbuat dari perunggu tentu tak dilewatkan. Patung itu berdiri di taman luas Harvard (Harvard Yard). Berfoto di patung John Harvard menjadi keharusan, bukti bahwa telah menginjakkan kaki di kampus Harvard University.

John Harvard seorang rohaniwan yang tinggal di Charlestown, salah satu area kota Boston. Menjelang kematiannya tahun 1638, ia mendermakan sebagian besar tanah dan perpustakaannya pada sebuah college. Kedermawanannya membuat pengurus college mengabadikan namanya, college itu kemudian dinamakan Harvard University.

Sebelum meninggalkan patung John Harvard, banyak yang mengusap jari kakinya. Semacam tradisi. Mengusap jari kaki patung John Harvard dianggap bisa membawa keberuntungan. Semua peserta tur pun melakukan hal itu, tak ada ruginya, walau kebenarannya belum terbukti.

Tak lupa juga menyempatkan diri duduk-duduk di taman kampus yang dilindungi pohon rindang. Meja dan kursi tersedia, mahasiswa bisa tenang ngobrol di sana saat break kuliah. Walau tak bisa kuliah di Harvard University, setidaknya sudah pernah duduk di taman kampus seperti para mahasiswa universitas itu.

MIT tak masuk dalam Ivy League. Namun reputasinya cukup dikenal, banyak pelajar bidang science berebut masuk ke MIT. Buzz Aldrin, astronot Amerika yang ikut dalam misi Apollo 11, mendapatkan gelar sarjana bidang Teknik Kedirgantaraan dari MIT. George Shultz yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Negara (Setneg), menyelesaikan gelar PhD bidang Ekonomi dari MIT.

Salah satu bangunan menarik berbentuk kubah yang disebut great dome menjadi ikon kampus MIT. Great dome merupakan kubah bagian atas Gedung 10, yang terlihat jelas dari sisi Sungai Charles, sungai yang mengalir di Boston. Bangunan setinggi sekitar 46 meter itu melambangkan keunggulan (excellence).

Great dome menarik para peretas (hacker), sudah lebih dari 30 kali atap kubah bangunan dijadikan sarana menampilkan hal-hal tertentu oleh para hacker. Ulah hacker yang paling terkenal terjadi tahun 1994. Mobil polisi kampus MIT seolah bertengger di bagian atas kubah, lengkap dengan lampu berkilau di bagian atap mobil itu.

Ternyata mobil itu hanya kepingan logam dari mobil Chevrolet Cavalier yang ditempelkan di bingkai kayu, lalu dirangkai di kubah pada malam hari. Hasil kerja hacker lumayan rapi, mobil dicat persis seperti warna mobil polisi kampus MIT, bahkan seolah terlihat seorang polisi duduk di dalam mobil dengan senjata dan sekotak donat.

Pagi itu, orang yang melintasi kampus MIT saat matahari belum terbit, langsung melihat cahaya lampu mobil di kubah gedung. Berita langsung tersebar, menyebabkan wartawan, kru kamera TV, dan banyak orang berdatangan untuk menyaksikan ulah hacker. Bahkan tampak helikopter terbang mengitari great dome untuk mendapatkan gambar lengkap mobil polisi kampus palsu itu.

Dikelilingi Air

Boston merupakan kota yang dikelilingi air. Samudera Atlantik berada di dua sisi kota itu, dan Sungai Charles mengalir di bagian belakang kota, yang membelah Boston dan area pinggir Cambridge.

Sungai Charles menjadi sarana rekreasi bagi penduduk Boston. The Head of the Charles Regatta, lomba dayung terkenal, diselenggarakan di Sungai Charles setiap tahun, biasanya di minggu terakhir bulan Oktober. Lomba yang berlangsung selama 3 hari itu menarik peserta dari dalam negeri Amerika maupun dari mancanegara. Kegiatan lomba dayung The Head of the Charles Regatta menghasilkan devisa bagi negara bagian Massachussets.

Sungai itu juga dijadikan sarana turisme, peserta tur diajak menaiki kapal mengarungi Sungai Charles selama 1 jam. Pemandangan gedung-gedung tinggi terlihat sepanjang perjalanan, terlihat juga area Back Bay yang dipenuhi rumah berwarna coklat, Esplanade Park, MIT University, Harvard University, dan Boston University.

Angin bertiup kencang selama kapal wisata mengarungi Sungai Charles. Tapi keluarga saya tetap bertahan duduk di dek terbuka, tak mau kehilangan kesempatan menikmati pemandangan kota Boston.

 Boston disebut sebagai kota Pertama (the city of First). Julukan itu diberikan karena Boston merupakan kota yang memiliki taman umum pertama di Amerika (taman Boston Common tahun 1634); memiliki sekolah umum pertama (Boston Latin School tahun 1635), dan sistem subway pertama di Amerika (Tremont Street Subway tahun 1897).

Boston Marathon

Boston Marathon pertama kali diadakan di kota Boston tahun 1897. Kesuksesannya membuat kegiatan itu diadakan setiap tahun, menjadikannya lomba maraton tahunan yang paling tua di dunia. Boston Marathon termasuk dalam The World Marathon Majors; ajang lomba maraton bergengsi kelas dunia, bersama-sama Tokyo Marathon, London Marathon, Berlin Marathon, Chicago Marathon, dan New York City Marathon.

Boston Marathon selalu diselenggarakan pada Patriots Day, hari libur umum untuk memperingati perang revolusi Amerika. Biasanya diselenggarakan di hari Senin minggu ketiga bulan April. Boston Marathon menjadi kegiatan yang meramaikan suasana kota; pesertanya dari  mancanegara

Seperti seorang rekan yang mem-posting fotonya saat duduk dalam pesawat, siap lepas landas menuju Boston. Ia akan mengikuti Boston Marathon tahun itu. Senyum lebar tersungging di wajahnya, terkesan kebanggaan mengabarkan kepesertaannya dalam maraton bergengsi itu.

Bagaimana tidak bangga? Tak sembarang pelari bisa ikut Boston Marathon. Ada kualifikasi yang harus dipenuhi untuk bisa mengikuti Boston Marathon: mengikuti lari maraton yang masuk dalam daftar kualifikasi, berhasil menyelesaikan lari maraton itu dalam waktu tertentu sesuai kategori gender dan usia yang ditetapkan, dan mendaftar ikut Boston Marathon dalam batas waktu kualifikasi.

Pecinta lari yang memenuhi kualifikasi dan mampu membiayai perjalanan dan biaya administrasi maraton, berlomba-lomba mengikuti Boston Marathon. Ada prestise tersendiri jika bisa berpartisipasi dan mendapatkan medali dari kegiatan itu.

Boston Marathon tercemar di tahun 2013, ketika kakak beradik Tamerlan Tsarnaev dan Dzhokhar Tsarnaev yang berasal dari Kyrgyzstan, meledakkan bom di area seputar garis finish. Bom itu dirakit sendiri, dibawa dalam ransel. Tamerlan dan Dzhokhar sengaja ikut berkerumun bersama penonton Boston Marathon lainnya. Pemboman yang mereka lakukan menyebabkan 3 korban meninggal dunia, beratus orang luka-luka, termasuk 17 di antaranya yang kehilangan anggota tubuh.

Peristiwa pemboman Boston Marathon dituangkan secara detail dalam film Patriots Day. Film itu menjadi box offfice, ditonton banyak orang yang ingin mengetahui pengejaran Tamerlan Tsarnaev dan Dzhokhar Tsarnaev, pelaku pemboman.

Boston Marathon tetap diselenggarakan di tahun berikutnya (2014), untuk menghormati korban yang terdampak pemboman dan menunjukkan ketangguhan. Pelari yang tak bisa mencapai garis finish akibat pemboman tahun 2013, diberi kesempatan untuk berpartisipasi lagi, menyelesaikan misi mereka mengikuti Boston Marathon.

Boston Marathon 2014 berjalan dengan baik, tentu dengan penjagaan ketat. Hingga sekarang Boston Marathon berhasil diselenggarakan dengan aman terkendali.