Adriani Sukmoro

Annascaul

Annascaul bukan kota, lebih tepat disebut desa. Tapi mengapa turis yang mengunjungi Irlandia mampir di desa itu?

Erat kaitannya dengan lokasinya yang strategis, tepat di tengah Semenanjung Dingle (Dingle Peninsula), wilayah geografis di County Kerry yang menjorok ke Samudra Atlantik. Turis biasanya menelusuri Dingle Peninsula yang menawarkan pemandangan indah sepanjang pesisir terjal, situs-situs kuno, dan budaya Irlandia Gaelik yang kaya. Letak Annascaul yang strategis tadi membuat turis berhenti di desa itu untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menelusuri Dingle Peninsula.

Desa Turisme

Annascaul masuk di dalam itinerary perjalanan saat saya dan putri sulung mengikuti tur perjalanan negara Irlandia. Tak hanya numpang lewat, peserta tur menginap semalam di hostel Paddy’s Palace Dingle Peninsula di desa itu. Hostel itu dimiliki biro travel perjalanan yang saya ikuti, Paddywagon Tours.

Putri sulung yang lahir dan dibesarkan di kota metropolitan Jakarta, merasa Annascaul terlalu sepi. Sementara saya yang lahir dan dibesarkan di perkebunan karet yang jauh dari kota, merasa menginap di hostel Paddy’s Palace di Annascaul merupakan kesempatan beristirahat yang damai. Walau letak hostel di jalan raya, suasana desa sepi. Kendaraan yang melintas tak banyak, tak ada terdengar bunyi klakson atau mobil yang ngebut tergesa-gesa.

Hostel itu bangunan lama yang telah direnovasi menjadi lebih moderen. Langit-langitnya yang tinggi memberi kesan ruangan yang lapang. Tampilannya menonjol berkat dinding yang diberi cat kuning. Bertambah nyaman rasanya melihat kondisi kamar hostel. Ukuran kamar pas, tertata rapi dan bersih, lantainya dari kayu tapi tak berderik.

Penjelajah Antartika

Annascaul tak bisa lepas dari kepopuleran Thomas Crean (biasa disebut Tom Crean), warganya yang mengharumkan desa itu. Saya baru mendengar nama Tom Crean ketika salah seorang peserta tur yang berasal dari Australia mengatakan, Tom Crean tercatat dalam sejarah Irlandia.

Siapakah Tom Crean?

Tom Crean lahir dan dibesarkan di Annascaul. Ia dianggap sebagai pahlawan desa itu ketika direkrut Ernest Shackleton ke dalam tim penjelajah benua Antartika. Ia ditugaskan sebagai Second Officer. Latar belakang pengalamannya sebagai Pelaut di Angkatan Laut Inggris, kemampuannya, serta kepribadiannya yang mendukung, menjadi alasan Tom Crean direkrut ke dalam tim penjelajah.

Ernest Shackleton sebagai penggagas misi, merekrut sendiri 26 orang sebagai anggota tim (jumlah ini menjadi 27 orang karena munculnya penumpang gelap di dalam kapal) dan memimpin tim penjelajah itu. Penjelajahan dilakukan dengan kapal Endurance, yang dibeli Ernest Shackleton khusus untuk misi tersebut.

Mereka bertolak dari Laut Weddell menuju Laut Ross dengan melintasi kutub Selatan di akhir tahun 1914. Namun, di satu titik Laut Weddel bulan Januari 1915, kapal Endurance terjebak es, tak dapat melaju, dan akhirnya hancur dihimpit es. Ernest Shackleton dan ke-27 awak kapalnya terdampar di atas bongkahan es yang terus hanyut.

Tim penjelajah tak mau menyerah terhadap keadaan yang terlihat seperti tak mungkin diatasi, peluang untuk bertahan hidup begitu tipis. Mereka berjuang terus, menghadapi segala rintangan, tanpa tahu bagaimana hasil akhir perjuangan mereka.

Selama hampir dua tahun mereka bertahan menghadapi suhu membekukan, kelaparan, kelelahan, dan keterasingan. Yang menakjubkan, tak seorang pun dari awak kapal itu yang meninggal dunia, semua bertahan hidup. Mereka semua berhasil diselamatkan bulan Agustus 1916 (bayangkan, mereka berangkat di akhir tahun 1914!).

Tom Crean Memorial Garden

Tidur nyenyak diantar malam hening betul-betul terwujud saat menginap di Annascaul. Udara pagi terasa dingin, seperti udara di Puncak, membuat saya buru-buru mengeringkan badan setelah mandi air hangat. Sarapan pagi masakan rumahan ala Irlandia yang disediakan hostel Paddy’s Palace terasa nikmat.

Suhu udara Annascaul yang agak dingin itu, serta hujan rintik-rintik, tak menghalangi saya dan putri sulung melangkahkan kaki usai sarapan pagi, menuju taman tempat patung Tom Crean didirikan. Taman itu diberi nama Tom Crean Memorial Garden, letaknya tak jauh dari hostel Paddy’s Palace. Tak banyak tanaman bunga di taman itu, hanya pohon-pohonan dan rumput hijau, membuat patung Tom Crean terlihat menonjol di dalam taman. Pembuatan patung itu di Annascaul menjadi pertanda penghargaan desa tersebut pada Tom Crean.

Patung Tom Crean terbuat dari perunggu. Patungnya menggendong dua anak anjing, dibuat berdasarkan foto Tom Crean saat menggendong anak-anak anjing di masa penjelajahan Antartika. Ia memang seorang pencinta binatang.

Tepat di seberang Tom Crean Memorial Garden, terdapat South Pole Inn, pub yang dimiliki Tom Crean. Keingintahuan tentang Tom Crean membuat banyak turis yang mampir di South Pole Inn. Berbagai gambar yang didokumentasikan selama penjelajahan Antartika dan memorabilia terpajang dalam pub itu.

Annascaul Black Pudding

Puas melihat-lihat taman dan area seputar South Pole Inn, kaki melangkah ke arah berlawanan, menyusuri jalan raya yang tenang, sepi kendaraan. Terlihat beberapa pemuda setempat menunggu bus di “halte alami” (tanpa tempat duduk dan tanpa pelindung). Saya duga, pemuda-pemuda itu tinggal di Annascaul tapi bekerja di kota yang lebih memberi peluang bekerja.

Tak ada rumah bertingkat yang terlihat dekat jalan raya. Ukuran rumah juga terlihat pas, tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Mungkin unsur praktis diterapkan dalam membangun rumah. Tak ada asisten rumah tangga yang membersihkan rumah, semua dikerjakan sendiri. Cat rumah tak monoton, masing-masing memilih warna yang disukai, membuat pemandangan Annascaul semakin menyejukkan, sepi tapi hidup.

Dari beberapa bangunan yang ada di sepanjang jalan raya, toko daging Annascaul Black Pudding tersimpan dalam ingatan. Apa keistimewaannya? Baru pertama kali itu saya mendengar, ada toko penjual pudding yang menggunakan darah babi sebagai bahan utamanya.

Kisah Annascaul Black Pudding dimulai tahun 1970-an, ketika seorang tukang daging lokal bernama Thomas Ashe, menciptakan resep tradisional. Ia menggunakan darah babi yang dicampur dengan daging babi, oatmeal, bawang, dan rempah-rempah. Darah tersebut memberikan warna gelap. Berbeda dengan banyak versi yang diproduksi massal, pudding dari Annascaul mempertahankan tekstur yang padat dan rasa yang khas, mencerminkan akarnya sebagai produk buatan tangan. Hal ini yang membuat Annascaul Black Pudding dikenal luas di Irlandia.

Selama beberapa dekade, black pudding menjadi hidangan wajib di meja sarapan, menu pub, hingga masakan gourmet, sekaligus menjadi kebanggaan warisan kuliner Annascaul dan area County Kerry. Pudding dan produk pendampingnya, seperti Annascaul White Pudding dan sosis, diproduksi dalam jumlah terbatas demi menjaga tradisi dan keaslian yang membuatnya istimewa sejak awal.

Setelah meninggalkan Irlandia, putri sulung membelikan buku berjudul Endurance untuk saya. Judul buku sesuai dengan nama kapal Endurance yang dinaiki Tom Crean dan para penjelajah Antartika yang dipimpin Ernest Shackleton.

Buku itu secara detail menceritakan kisah petualangan dan perjuangan bertahan hidup tim penjelajah Antartika tersebut. Saya jadi mengerti, kekuatan fisik dan mental ke-28 tim penjelajah sungguh luar biasa. Terdampar di lautan es, terkatung-katung selama lebih dari satu setengah tahun, tanpa tahu apakah masih ada hari esok bagi mereka.

Tom Crean menjadi bagian kisah itu. Pantas saja ia menjadi sosok terkenal di Irlandia. Desa Annascaul pun terbawa dalam kepopuleran namanya.